Ambivalensi Fungsi Hukum: Antara Instrumen Keadilan dan Alat Legitimasi Kekuasaan – Suatu Kajian Systematic Literature Review

Authors

  • Juliani Fakultas Ilmu Hukum Dan Pendidikan, Program Studi Hukum Universitas Putra Abadi Langkat Author
  • Akhmad Fakultas Ilmu Hukum Dan Pendidikan, Program Studi Hukum Universitas Putra Abadi Langkat Author

Keywords:

Hukum Dan Keadilan, Kekuasaan, Legitimasi Hukum, Pendekatan Interdisipliner, Rule Of Law

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fungsi hukum dalam konteks ketegangan antara idealisme keadilan dan praktik kekuasaan. Melalui metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif, studi ini menganalisis berbagai sumber akademik—termasuk artikel ilmiah, buku, dan jurnal hukum—yang terbit antara tahun 2000 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum memiliki karakter ambivalen: ia dapat berfungsi sebagai instrumen untuk menjamin keadilan, tetapi juga dapat menjadi alat legitimasi kekuasaan. Dalam negara demokratis, hukum cenderung digunakan untuk melindungi hak asasi manusia dan membatasi kekuasaan negara, sedangkan dalam rezim otoriter, hukum sering dimanfaatkan untuk menjustifikasi represi dan mempertahankan dominasi politik. Perbedaan pandangan terhadap fungsi hukum dipengaruhi oleh faktor ideologis, sistem politik, dan pendekatan keilmuan. Kajian ini merekomendasikan penguatan institusi hukum yang independen serta perlunya pendekatan lintas-disiplin dalam studi hukum. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup temporal dan sifat kualitatifnya. Ke depan, diperlukan studi komparatif dan empiris untuk memperkaya pemahaman tentang peran hukum dalam berbagai konteks sosial-politik.

References

Azhari, A. (2022). “Supremasi Hukum dan Tantangan Legalitas di Negara Demokratis.” Jurnal Konstitusi, 16(4), 457–473.

Banakar, R. (2019). “Power, Context and the Sociology of Legal Knowledge.” Journal of Law and Society, 46(S1), S1–S17.

Boell, S. K., & Cecez-Kecmanovic, D. (2015). “On Being ‘Systematic’ in Literature Reviews.” Formulating Research Methods for Information Systems, 48(1), 258–273. https://doi.org/10.1016/j.im.2014.08.002

Budiono, S. (2021). “Negara Hukum vs. Negara Kekuasaan: Relevansi Konsep Weber dalam Konteks Indonesia.” Jurnal Filsafat Hukum Indonesia, 5(1), 19–34.

Dean, M. (2019). Governmentality: Power and Rule in Modern Society (3rd ed.). London: Sage Publications.

Douzinas, C. (2020). The End of Human Rights: Critical Legal Thought at the Turn of the Century. Bloomsbury Publishing.

Finnis, J. (2019). Natural Law and Natural Rights (2nd ed.). Oxford: Oxford University Press.

Ginsburg, T., & Huq, A. Z. (2018). How to Save a Constitutional Democracy. University of Chicago Press.

Gough, D., Oliver, S., & Thomas, J. (2017). An Introduction to Systematic Reviews (2nd ed.). SAGE Publications.

Hadi, A. (2020). Hukum sebagai Ideologi: Kritik atas Praktik Hukum di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Harahap, Y. (2024). “Keadilan dalam Cengkeraman Kekuasaan: Tinjauan Interdisipliner.” Jurnal Kajian Sosial-Hukum, 18(1), 13–30.

Hart, H. L. A. (2021). The Concept of Law (3rd ed.). Oxford: Oxford University Press.

Kossaifi, G. (2023). “The Role of Civil Society in Legal Accountability.” Journal of Human Rights Practice, 15(1), 74–91.

Landau, D. (2020). “Abusive Constitutionalism.” UC Davis Law Review, 53(4), 1231–1271.

Levitsky, S., & Way, L. A. (2022). Revolution and Dictatorship: The Violent Origins of Durable Authoritarianism. Princeton University Press.

Nasution, R., & Rahman, A. (2021). “Hukum sebagai Alat Transformasi Sosial: Studi Kasus di Komunitas Marginal.” Jurnal Hukum dan Pembangunan, 51(3), 367–382.

Prasetyo, B. (2023). Hak Asasi dan Negara Hukum: Dialektika Hukum dalam Sistem Demokrasi. Jakarta: Obor Press.

Rowe, N. (2014). “The Use of Google Scholar for Academic Research: Pitfalls and Best Practices.” Journal of Academic Librarianship, 40(3-4), 347–349.

Safitri, M. (2021). “Hukum Agraria dan Kuasa Negara: Studi tentang Konflik Kepemilikan dan Perampasan Tanah di Indonesia.” Jurnal Hukum dan Pembangunan, 51(3), 383–402.

Sayer, D. (2020). The Violence of Abstraction: The Marxist Critique of Law. London: Routledge.

Schedler, A. (2022). “Electoral Authoritarianism and the Law.” Comparative Political Studies, 55(3), 415–439.

Scott, J. C. (2020). Max Weber and the Theory of Legitimate Domination. Journal of Political Theory, 18(2), 233–248.

Simmons, B. A., & Danner, A. M. (2020). “The International Criminal Court in Turbulent Times.” Annual Review of Law and Social Science, 16(1), 309–329.

Siregar, N. (2022). “Supremasi Hukum dan Demokrasi: Tinjauan Normatif dalam Konteks Indonesia.” Jurnal Ilmu Hukum Indonesia, 7(1), 45–59.

Snyder, H. (2019). “Literature Review as a Research Methodology: An Overview and Guidelines.” Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Tamanaha, B. Z. (2021). Legal Pluralism Explained: History, Theory, Consequences. Oxford University Press.

Tranfield, D., Denyer, D., & Smart, P. (2003). “Towards a Methodology for Developing Evidence-Informed Management Knowledge by Means of Systematic Review.” British Journal of Management, 14(3), 207–222.

Utami, F. (2020). “Pendekatan Kritis terhadap Relasi Hukum dan Kekuasaan dalam Negara Demokratis.” Jurnal Politik dan Hukum, 15(2), 210–225.

Wibowo, T. (2021). “Hukum, Kekuasaan, dan Legitimasi dalam Sistem Politik Kontemporer.” Jurnal Hukum dan Keadilan Sosial, 9(4), 312–328.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Ambivalensi Fungsi Hukum: Antara Instrumen Keadilan dan Alat Legitimasi Kekuasaan – Suatu Kajian Systematic Literature Review. (2025). Juris Spectrum: Journal of Law & Society, 1(2), 75-81. https://win.joninstitute.org/index.php/JurisSpectrum/article/view/54